Scroll untuk membaca artikel
BeritaDaerah

Setahun Memimpin, Ekonomi Jadi Prioritas Utama Pemkab Pamekasan

×

Setahun Memimpin, Ekonomi Jadi Prioritas Utama Pemkab Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Bupati Pamekasan KH Kholilurrohman serah terima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrohman serah terima Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.

PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID —Memasuki tahun pertama masa kepemimpinan, Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman dan Sukriyanto, memprioritaskan penguatan sektor ekonomi sebagai fondasi pembangunan daerah.

Di tengah keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah kabupaten tetap mendorong sejumlah sektor strategis lain seperti pendidikan dan infrastruktur agar berjalan beriringan, meski dengan penyesuaian skala prioritas.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyampaikan, pertumbuhan ekonomi daerah mencapai 5,47 persen. Sementara itu, angka kemiskinan berada pada 12,77 persen, yang menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya.

Baca Juga :  Pelantikan PCNU Pamekasan digelar di PP Matsaratul Huda, Tegaskan Penguatan Pelayanan Umat dan Konsolidasi NU

“Ini menjadi indikator bahwa program yang kita jalankan mulai memberikan dampak, meskipun belum sepenuhnya optimal,” ujarnya dalam Penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Selasa (31/3/2026).

Dalam upaya memperkuat kemandirian fiskal, Pemkab Pamekasan menempatkan optimalisasi potensi daerah sebagai prioritas lanjutan. Pemerintah menilai ketergantungan pada transfer keuangan pusat perlu dikurangi secara bertahap.

Baca Juga :  Pemkab Pamekasan Raih Sertifikat Tertinggi Pengelolaan Sampah 2025 dari Kementerian Lingkungan Hidup

Sejumlah sektor dinilai masih memiliki ruang perbaikan, di antaranya pengelolaan parkir dan optimalisasi pajak daerah yang belum tergarap maksimal.

Di sisi lain, realisasi janji politik tetap dijalankan, termasuk melalui program Ecopesantren. Program tersebut disebut telah berjalan, namun membutuhkan waktu lebih panjang untuk menghasilkan dampak yang signifikan.

Baca Juga :  10 Hari yang Mengalahkan Jihad: Keutamaan Dahsyat Dzulhijjah yang Sering Terlewatkan!

Kholilurrahman mengakui, pelaksanaan pembangunan tidak lepas dari tantangan, termasuk perbedaan pandangan dalam menentukan arah kebijakan. Meski demikian, kolaborasi dengan berbagai pihak terus diperkuat guna menjaga keberlanjutan program prioritas.

Ia menegaskan, capaian dalam satu tahun belum dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan pemerintahan, mengingat masa jabatan kepala daerah berlangsung selama lima tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *