PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID — Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kabupaten Pamekasan masa jabatan 2025–2030 resmi dilantik di Pendopo Ronggosukowati, Kamis (23/4/2026).
Pelantikan tersebut dihadiri Bupati Pamekasan Kholilurrahman, Ketua Dekopinwil Jawa Timur Slamet Sutanto, Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Jatim, serta jajaran organisasi perangkat daerah lainnya

Usai pembacaan SK Pelantikan, Slamet Sutanto menyampaikan bahwa Dekopin merupakan wadah strategis dalam pengembangan koperasi di daerah.
Ia menyebutkan, terdapat tiga fungsi utama yang harus dijalankan, yakni edukasi, fasilitasi, dan advokasi bagi seluruh koperasi.
Fungsi pertama adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan bagi anggota koperasi di seluruh wilayah Pamekasan.
Fungsi kedua, memperkuat fungsi fasilitasi untuk membantu koperasi mendapatkan akses permodalan, pendampingan usaha, serta penguatan jaringan bisnis.
Selanjutnya, fungsi advokasi akan dijalankan untuk memastikan koperasi dapat berkembang secara mandiri dan berdaya saing.
Sementara itu, Ketua Dekopinda Pamekasan Buna’i menyatakan pihaknya siap menjalankan peran sebagai fasilitator bagi seluruh badan koperasi di daerah.
“Kami hadir guna memfasilitasi semua badan koperasi, termasuk program prioritas presiden yakni KDKMP & KNKMP, melalui pendampingan yang berkelanjutan,” katanya.
Di sisi lain, Bupati Pamekasan Kholilurrahman menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung penguatan UMKM dan koperasi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dinas koperasi, serta Forkopimda dalam menjaga kesinambungan program.
Ia juga meminta seluruh camat aktif mendukung aktivitas UMKM di wilayah masing-masing guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Jangan sampai ada usaha mikro kecil yang terlantar, karena mereka walaupun kecil ikut membangun UMKM,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pertumbuhan ekonomi daerah yang mencapai angka 5,47 persen, melampaui rata-rata pertumbuhan ekonomi Jawa Timur.
Selain itu, angka kemiskinan di Pamekasan terus menurun menjadi 12,77 persen, menunjukkan dampak positif kolaborasi berbagai pihak.
















