PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID — Pemerintah Kabupaten Pamekasan terus berkomitmen memperkuat ekonomi pesantren melalui pelatihan bertajuk “Pesantren Tangguh”, sebagai bagian dari program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Pamekasan (KH. Kholilurrahman — H. Sukriyanto).
Pelatihan ini mengangkat tema “SDM Berkualitas, Kopontren Produktif” dan bertujuan mengembangkan koperasi pondok pesantren sebagai klaster ekonomi baru yang tumbuh dari basis komunitas religius di daerah.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab untuk memberdayakan pesantren agar tidak hanya menjadi pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pertumbuhan ekonomi berbasis koperasi yang profesional.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Tenaga Kerja (Diskop UKM dan Naker) Kabupaten Pamekasan, Muttaqin, menyampaikan bahwa pelatihan ini diharapkan melahirkan pejuang ekonomi yang tangguh dan mandiri berbasis pesantren.
Menurutnya, perubahan pola pikir sejak dini sangat penting. Generasi muda perlu memahami bahwa masa depan dan pekerjaan perlu direncanakan secara matang, termasuk dalam sektor kewirausahaan berbasis pesantren.
“Targetnya adalah terjadinya perubahan mindset. Bahwa urusan pekerjaan dan ekonomi perlu dipersiapkan secara serius sejak usia remaja,” ujar Muttaqin dalam sambutannya di acara pelatihan tersebut.
Sebanyak 40 peserta dari berbagai pondok pesantren di Kabupaten Pamekasan terlibat aktif dalam pelatihan yang dilaksanakan selama dua hari, dari tanggal 27 hingga 28 Mei 2025.
Kegiatan berlangsung di Hotel Odaita Pamekasan dan diisi dengan berbagai materi pengembangan koperasi, manajemen usaha, serta strategi peningkatan produktivitas dan daya saing ekonomi berbasis pesantren.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya penggerakan ekonomi lokal melalui peningkatan kapasitas kelembagaan dan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pesantren, khususnya dalam mengelola kopontren secara modern.
Muttaqin menambahkan, pemahaman terhadap standar koperasi sehat sangat penting agar kopontren dapat berjalan sesuai prinsip manajemen yang baik dan memenuhi kebutuhan ekonomi komunitas pesantren secara berkelanjutan.
“Semoga pelatihan ini dapat memberikan manfaat besar bagi peserta. Kopontren harus menjadi media yang mendorong kemajuan dan kemandirian pesantren di masa mendatang,” ungkapnya optimistis.
Dengan langkah ini, Pemkab Pamekasan berharap koperasi pesantren dapat bertransformasi menjadi entitas ekonomi produktif yang mampu menciptakan kemandirian serta kesejahteraan bagi warga pesantren dan masyarakat sekitar.
















