PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID — Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas Program Makan Bergizi Gratis (MBG), melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke dapur MBG milik Yayasan Abdul Mu’thi di Desa Pademawu Timur Kecamatan Pademawu. Kamis, (26/03/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan program MBG, sekaligus memastikan seluruh dapur penyedia makanan memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang telah ditetapkan.
Dalam peninjauan itu, Sukriyanto memeriksa langsung berbagai aspek operasional, mulai dari kondisi fasilitas dapur, kelengkapan peralatan, hingga sistem pengelolaan air dan sanitasi.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari evaluasi agar seluruh dapur benar-benar memenuhi standar kesehatan dan kebersihan yang ditetapkan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberadaan dapur MBG memiliki peran strategis dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat, sehingga kualitas layanan harus terus dijaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan.
Menurutnya, aspek kebersihan dan keamanan pangan merupakan hal mendasar yang tidak boleh diabaikan dalam setiap proses produksi makanan.
Lebih lanjut, Sukriyanto menilai dapur MBG bukan sekadar tempat pengolahan makanan, melainkan bagian penting dari upaya menjaga kesehatan masyarakat secara luas.
Sementara itu, Yayasan Abdul Mu’thi diketahui menyalurkan sekitar 3.600 porsi makanan setiap hari kepada warga di Desa Pademawu Timur dan Desa Tanjung.
Operasional dapur tersebut melibatkan 47 tenaga kerja serta tiga staf pendukung, yang menunjukkan skala layanan cukup besar dan membutuhkan pengelolaan profesional.
Dengan kapasitas produksi yang tinggi, pengawasan terhadap standar mutu menjadi sangat penting guna menjamin keamanan konsumsi bagi masyarakat penerima manfaat.
Dalam upaya meningkatkan kualitas, Pemerintah Kabupaten Pamekasan saat ini mendorong seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengantongi sertifikasi yang ditetapkan.
“Sebagai upaya meningkatkan standar kualitas, pemerintah daerah mendorong seluruh dapur SPPG untuk mengantongi dua sertifikat utama, yakni Sertifikat Laik Higiene dan Sanitasi (SLHS) serta Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP). Kedua sertifikat ini menjadi indikator penting dalam menjamin keamanan pangan,” jelasnya.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat sistem pengelolaan pangan yang higienis, aman, dan sesuai standar yang berlaku.
Dengan demikian, pelaksanaan program MBG di Kabupaten Pamekasan diharapkan semakin optimal dalam memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat.
















