MADINAH | JATIMTRENDING.ID — Setibanya di Bandara AMAA Madinah, jemaah haji Indonesia langsung menjalani pemantauan kesehatan usai menempuh perjalanan panjang dari Tanah Air.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap berbagai keluhan kesehatan yang kerap muncul setelah penerbangan jarak jauh menuju Arab Saudi.
Berdasarkan rekap layanan kesehatan Daker Bandara, sebanyak 81 jemaah tercatat menjalani pemeriksaan kesehatan setibanya di Madinah, Senin, (4/5/2026).
Selain pemeriksaan awal, sebanyak 12 jemaah masuk kategori observasi, sementara 10 dirujuk ke KKHI Madinah dan 10 lainnya ke rumah sakit Arab Saudi.
Petugas Kesehatan Bandara, Kadhafi, menjelaskan pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi jemaah dapat segera tertangani sejak pertama kali tiba.
“Keluhan jemaah beragam, ada yang lemas, pusing, mual, sesak ringan, hingga membutuhkan observasi,” ujar Kadhafi di Madinah, Senin, (4/5/2026).
Ia menegaskan setiap keluhan ditangani sesuai kondisi masing-masing, mulai penanganan ringan hingga rujukan ke fasilitas kesehatan lanjutan yang tersedia.
Menurutnya, kecepatan penanganan menjadi kunci untuk mencegah kondisi jemaah memburuk setelah menjalani perjalanan panjang yang cukup melelahkan.
Kepala Daerah Kerja Bandara, Abdul Basir, menekankan kesiapsiagaan petugas kesehatan sebagai bagian penting dalam pelayanan kedatangan jemaah Indonesia.
“Kami ingin jemaah merasa aman sejak tiba di Tanah Suci. Jika ada keluhan kesehatan, petugas harus cepat hadir,” ujar Abdul Basir.
Ia menambahkan, petugas akan langsung mengarahkan jemaah ke fasilitas kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi medis masing-masing.
“Begitu ada jemaah yang membutuhkan bantuan, petugas langsung berkoordinasi dengan tim kesehatan agar penanganan lebih cepat dan tepat,” jelasnya.
Di tengah padatnya arus kedatangan, petugas bandara tetap memantau kondisi jemaah agar dapat beristirahat sebelum melanjutkan rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Kesehatan jemaah adalah bagian penting dari kelancaran ibadah haji. Itu yang kami jaga sejak titik kedatangan pertama,” tandas Abdul Basir.
















