Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Mensos Tekankan Pemutakhiran Data Jadi Kunci Sekolah Rakyat dan Ketepatan Bansos di Pamekasan

×

Mensos Tekankan Pemutakhiran Data Jadi Kunci Sekolah Rakyat dan Ketepatan Bansos di Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf memberikan sambutan di hadapan tokoh agama dan peserta kegiatan di auditorium UIN Madura, Pamekasan.
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyampaikan sambutan dalam agenda pemutakhiran DTSEN dan pembangunan SDM menuju kemandirian ekonomi di UIN Madura, Kabupaten Pamekasan, Minggu (10/5/2026).

PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menekankan pentingnya pemutakhiran data kemiskinan untuk memperkuat program Sekolah Rakyat di Pamekasan.

Persoalan ketidaktepatan penyaluran bantuan sosial menjadi perhatian pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat Madura secara menyeluruh.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul saat menghadiri agenda pemutakhiran DTSEN di Aula UIN Madura, Minggu (10/5/2026).

Menurutnya, masih banyak anak dari keluarga miskin belum memperoleh akses pendidikan karena tidak tercatat dalam pendataan pemerintah.

“Ada umur SMA masih masuk SMP, bahkan ada yang tidak pernah sekolah sama sekali,” kata Gus Ipul.

Baca Juga :  Bupati Pamekasan Hadiri Maulid Akbar dan Milad ke-2 IKM di Samarinda, Serukan Persatuan Madura

Ia menjelaskan Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak miskin, termasuk mereka yang belum mampu membaca ataupun belum bersekolah.

Gus Ipul menegaskan pemutakhiran data diperlukan agar masyarakat miskin tersembunyi tetap memperoleh perhatian dan layanan dari negara.

“Kenapa ada yang tidak masuk? Karena mereka tidak terdata,” ujar Gus Ipul di hadapan peserta kegiatan tersebut.

Ia juga mengajak masyarakat aktif melaporkan warga kurang mampu agar masuk pendataan sosial pemerintah secara lebih menyeluruh.

Baca Juga :  Puskesmas Omben Wakili Sampang di Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik KIPP 2025

Para kiai dan pengasuh pesantren diminta melaporkan santri tidak mampu demi mendukung pelaksanaan program Sekolah Rakyat nasional.

Menurut Gus Ipul, pesantren sejatinya telah lebih dahulu membantu pendidikan anak miskin dengan membebaskan biaya pendidikan santri.

“Pulau Madura ini kita tidak boleh meninggalkan kyai,” ujar Mensos saat menyampaikan sambutan di hadapan peserta kegiatan.

Mensos menegaskan Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum, melainkan menggunakan sistem cakupan berdasarkan hasil pendataan masyarakat.

Program tersebut merupakan implementasi tanggung jawab negara memelihara fakir miskin sebagaimana diamanatkan konstitusi dan undang-undang nasional.

Baca Juga :  Menkop RI Apresiasi Langkah Cepat Bupati KH Kholilurrahman Bangun Koperasi Merah Putih di Pamekasan

Dalam kunjungan tersebut, Gus Ipul juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Pamekasan karena dinilai serius memperbarui data sosial masyarakat.

“Alhamdulillah Pamekasan termasuk kabupaten yang mementingkan data,” ujar mantan Wakil Gubernur Jawa Timur tersebut.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman memastikan lokasi pembangunan Sekolah Rakyat mulai menemukan titik terang untuk segera direalisasikan pemerintah daerah.

Kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan pesantren diharapkan memperkuat pengentasan kemiskinan serta meningkatkan kualitas sumber daya masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *