Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Bupati Pamekasan Duduk Lesehan Bersama Mahasiswa UNIRA, Dialog Panas di Bawah Terik Matahari

×

Bupati Pamekasan Duduk Lesehan Bersama Mahasiswa UNIRA, Dialog Panas di Bawah Terik Matahari

Sebarkan artikel ini
Bupati Pamekasan duduk bersama mahasiswa UNIRA di tengah aksi unjuk rasa di halaman kantor bupati.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman duduk bersama mahasiswa UNIRA di halaman kantor bupati saat aksi penyampaian aspirasi.

PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID — Pemandangan tak biasa terlihat di halaman Kantor Bupati Pamekasan Kamis, (14/8/2025).

Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, memilih keluar kantor menemui massa aksi yang memenuhi halaman sejak pagi.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Massa aksi merupakan mahasiswa Universitas Madura (UNIRA) yang menggelar unjuk rasa terkait isu pembangunan daerah.

Alih-alih menunggu di ruangan berpendingin, bupati langsung menghampiri massa di tengah teriknya sinar matahari.

Baca Juga :  Persepam Resmi Dilaunching, Didukung Forkopimda hingga Pengusaha: Target Bangkit Juara di Liga 4 2025

Kehadirannya disambut antusias mahasiswa, yang sebelumnya berorasi menyuarakan sejumlah tuntutan kebijakan pembangunan di Pamekasan.

KH Kholilurrahman bahkan duduk lesehan bersama peserta aksi, mendengarkan aspirasi tanpa jarak pembatas.

Diskusi berlangsung terbuka, di mana mahasiswa bebas menyampaikan pandangan dan kritik terhadap kebijakan pemerintah daerah.

Meski panas menyengat, suasana dialog tetap cair, dengan sesekali diselingi tawa dan candaan ringan dari peserta aksi.

Baca Juga :  PPNI Pamekasan Gandeng PT Bedjo, Permudah Perawat Kelola Limbah Medis Secara Aman dan Legal

Bupati menegaskan sikapnya untuk selalu mendengar aspirasi masyarakat, termasuk dari kalangan mahasiswa yang kritis.

“Saya ingin aspirasi warga didengar langsung, bukan lewat perantara atau laporan di atas meja,” ujarnya.

Ia menambahkan, kehadirannya di tengah aksi sebagai bentuk keterbukaan pemerintah terhadap kritik dan masukan publik.

Para mahasiswa mengaku terkesan dengan langkah bupati yang turun langsung dan mau berdiskusi tanpa protokoler berlebihan.

“Kami merasa dihargai karena beliau mau duduk di sini bersama kami,” kata salah satu peserta aksi.

Baca Juga :  Demo Mahasiswa dan Ojol di Pamekasan, Desak Pengesahan RUU Perampasan Aset dan Tolak Tunjangan DPR

Momen ini menjadi perhatian warga sekitar kantor bupati yang sempat berhenti untuk menyaksikan jalannya dialog tersebut.

Aksi itu pun diakhiri dengan foto bersama, sebagai simbol keterbukaan dan komitmen membangun komunikasi dua arah.

Banyak pihak menilai langkah bupati ini patut menjadi contoh bagi pemimpin daerah lainnya di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *