Scroll untuk membaca artikel
Nasional

KH Helmy Faishal Zaini Hadiri Deklarasi Jatma Aswaja di Pekalongan: Gerakan Mahasiswa NU untuk Dakwah Moderat dan NKRI

×

KH Helmy Faishal Zaini Hadiri Deklarasi Jatma Aswaja di Pekalongan: Gerakan Mahasiswa NU untuk Dakwah Moderat dan NKRI

Sebarkan artikel ini
Dua tokoh Muslim Indonesia duduk berdampingan dalam acara resmi; satu berbicara sambil memegang mikrofon, yang lain memperhatikan.
Ketua Umum PB Jatma Aswaja, Maulana Al Habib DR (HC) Muhammad Luthfi (kiri), dan Sekretaris Jenderal PB Jatma Aswaja, Dr. Helmy Faishal Zaini, S.T., M.Si. (kanan), dalam sebuah forum resmi membahas peran organisasi dalam memperkuat nilai-nilai dakwah dan kebangsaan.

PEKALONGAN | JATIMTRENDING.ID – Sebuah gerakan baru yang mengusung semangat dakwah Ahlussunnah wal Jama’ah secara inklusif dan moderat resmi dideklarasikan dengan nama Jatma Aswaja. Deklarasi ini berlangsung pada hari Jum’at, 18 April 2025 di Kanzus Sholawat, Kota Pekalongan.

Deklarasi ini menandai keseriusan kader-kader muda Nahdlatul Ulama (NU) dalam memperluas medan dakwah sekaligus memperkuat komitmen terhadap keutuhan NKRI dan cinta tanah air.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Acara berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh semangat, dihadiri oleh tokoh-tokoh muda NU, aktivis, serta sejumlah ulama yang memiliki perhatian besar terhadap dakwah berbasis tradisi dan nilai-nilai ke-NU-an.

Salah satu tokoh yang turut memberikan sambutan dalam momen tersebut adalah Dr. KH. Helmy Faishal Zaini, M.Si., seorang tokoh nasional NU sekaligus pembina Jatma Aswaja. Dalam pidatonya, ia mengingatkan pentingnya menjaga warisan para ulama pendiri NU sebagai fondasi gerakan ini.

Baca Juga :  GAPURA Harap Dirjen Bea Cukai Baru Perkuat Pengawasan dan Lindungi Industri Tembakau

“Selamanya kita tidak akan pernah keluar dari NU. Sebagai warga NU akan selalu setia menjalankan ajaran sholafus sholeh sesuai ketentuan Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari,” tegas KH. Helmy di hadapan para peserta.

Menurutnya, NU bukan sekadar organisasi, tetapi juga rumah besar yang merawat Islam yang ramah, toleran, dan berkarakter cinta tanah air. Karena itu, setiap gerakan yang lahir dari rahim NU harus tetap berakar pada nilai-nilai keulamaan dan kebangsaan.

Jatma Aswaja sendiri merupakan singkatan dari Jaringan Mahasiswa Ahlussunnah wal Jama’ah. Gerakan ini hadir sebagai ruang kolaborasi bagi mahasiswa dan pemuda NU dalam bidang dakwah, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat.

Para penggagas Jatma Aswaja menilai bahwa dakwah tidak hanya terbatas pada ceramah di masjid dan pesantren. Di era digital dan keterbukaan informasi, dakwah harus mampu menyentuh berbagai lini kehidupan—baik melalui media sosial, kegiatan sosial, maupun forum-forum akademik.

Baca Juga :  Resmi Dideklarasikan, Jatma Aswaja Komitmen Mengokohkan Nasionalisme Cinta Tanah Air dan Pemberdayaan Ummat

Jatma Aswaja juga membawa visi besar untuk menjadikan Islam sebagai rahmat bagi semesta. Mereka mengedepankan pendekatan dakwah yang santun, dialogis, dan menghindari kekerasan, baik dalam bentuk fisik maupun verbal.

Salah satu agenda utama Jatma Aswaja adalah penguatan kaderisasi berbasis nilai-nilai Aswaja. Hal ini diwujudkan melalui pelatihan, halaqah keilmuan, pengajian rutin, hingga seminar lintas kampus dan komunitas.

Selain itu, gerakan ini juga akan fokus pada program pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas pesantren, pengembangan literasi digital Aswaja, dan memperkuat jejaring nasional serta internasional dalam menyuarakan Islam Nusantara.

Deklarasi Jatma Aswaja juga menegaskan posisi mereka sebagai bagian dari benteng moral bangsa. Di tengah tantangan ideologi transnasional dan radikalisme yang terus mengintai, Jatma Aswaja hadir membawa misi menjaga keutuhan NKRI melalui pendekatan agama yang damai dan cinta tanah air.

Baca Juga :  Layanan Kependudukan Bangkalan Lebih Dekat, Wabup Moh. Fauzan Ja’far Tinjau Langsung di Kecamatan Burneh

Melalui deklarasi ini, Jatma Aswaja berharap dapat menginspirasi lebih banyak anak muda NU untuk aktif dalam dakwah dan pengabdian sosial. Mereka ingin membuktikan bahwa generasi muda bisa menjadi pelanjut perjuangan ulama, dengan tetap relevan terhadap perkembangan zaman.

“Dakwah hari ini harus adaptif, kreatif, tapi tetap berdasar pada nilai-nilai yang lurus. Kita tidak boleh lepas dari sanad keilmuan dan tradisi NU. Itulah yang akan menjaga arah perjuangan kita,” tambah salah satu inisiator Jatma Aswaja.

Dengan semangat khidmat untuk umat dan bangsa, Jatma Aswaja siap menjadi bagian dari gerakan besar NU yang terus menebar rahmat dan kemaslahatan, baik di tingkat lokal, nasional, hingga global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *