SUMENEP | JATIMTRENDING.ID — Kerapan Sapi Kapolres Sumenep Cup 2025 digelar meriah di Lapangan Kerapan Sapi Sumenep, Minggu (13/12/2025), dan disaksikan ribuan penonton dari berbagai daerah.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Do’a Reng Toah atau DRT The Big Family yang konsisten mengangkat budaya lokal Madura.
DRT The Big Family mempersembahkan lomba kerapan sapi bergengsi dengan memperebutkan Piala Kapolres Sumenep Cup 2025 sebagai simbol prestise dan kehormatan.
Sejak pagi hari, masyarakat memadati arena lomba untuk menyaksikan ajang tradisional yang sarat nilai budaya, sportivitas, serta kebanggaan masyarakat Madura.
Kerapan sapi ini diikuti 64 peserta dari empat kabupaten di Madura, yakni Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, dan Sampang dengan kualitas sapi terbaik.
Persaingan berlangsung sangat ketat karena sapi-sapi peserta merupakan sapi pilihan yang sebelumnya pernah tampil di ajang nasional bergengsi.
Beberapa peserta tercatat pernah mengikuti Kejuaraan Kerapan Sapi Piala Presiden beberapa bulan lalu, sehingga level kompetisi meningkat tajam.
Sorak sorai penonton memuncak saat memasuki babak semifinal hingga final yang mempertandingkan sapi-sapi tercepat dengan selisih waktu sangat tipis.
Pada babak final, terdapat tiga sapi terbaik yang bersaing ketat memperebutkan posisi juara satu, dua, dan tiga.
Dua sapi finalis berasal dari Kabupaten Bangkalan, masing-masing milik H. Tohir dan Dandim 0829 Bangkalan Letkol Inf Nanang Fahrur Rozi, S.Pd.
Sementara satu sapi lainnya berasal dari Kabupaten Pamekasan milik H. Fathor Rosi yang tampil konsisten sejak babak penyisihan.
Setelah melalui penilaian ketat dewan juri, sapi bernama Tak Mau Dimadu 99 milik H. Fathor Rosi berhasil keluar sebagai juara pertama.
H. Fathor Rosi, atau yang akrab disapa H. Rosi, menyampaikan bahwa timnya selalu berkomitmen tampil di setiap lomba kerapan sapi.
“Tim kami selalu tampil di setiap lomba kerapan sapi, karena ini bukan sekadar perlombaan, tetapi bentuk kecintaan terhadap budaya Madura,” ujar H. Rosi.
Ia menegaskan kemenangan tersebut merupakan hasil kerja keras seluruh tim, mulai dari perawatan sapi, pelatih, hingga dukungan keluarga.
H. Rosi berharap ajang kerapan sapi seperti Kapolres Sumenep Cup terus dilestarikan sebagai warisan budaya dan sarana mempererat persaudaraan antar daerah.
















