SUMENEP | JATIMTRENDING.ID — Dibawah langit senja yang memerah jingga, suasana haru dan bahagia menyelimuti acara perpisahan kelas 6 SD Negeri Batuampar I,Guluk-guluk, Sumenep, Sabtu malam (21/06/2025).
Acara yang digelar penuh kekeluargaan itu dihadiri oleh para siswa, wali murid, guru, serta tokoh masyarakat. Momen perpisahan berlangsung khidmat dan penuh makna.
Dr. Kholisol Muhlis, S.Ag., M.Pd.I., guru kelas 6 yang telah mendampingi 26 siswa-siswi selama satu tahun, tampil memberikan sambutan yang mengharukan di hadapan para orang tua.
Dengan suara bergetar, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh para wali murid selama proses pendidikan berlangsung di SD Negeri Batuampar I, Guluk-guluk, Sumenep.
“Bapak dan Ibu, terima kasih atas kepercayaan besar kepada kami para pendidik. Amanah ini tidak kami sia-siakan. Kami berusaha mendidik dengan sepenuh hati,” ucapnya.
Dr. Kholisol juga menyampaikan permohonan maaf dengan penuh ketulusan atas segala kekurangan selama mendampingi proses belajar-mengajar di kelas 6.
“Kami sadar, sebagai manusia biasa, tentu ada kekhilafan. Mungkin ada kata atau tindakan yang kurang tepat. Untuk itu, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya,” tambahnya.
Dalam sambutannya, beliau berpesan agar para orang tua terus mendukung semangat anak-anak dalam menuntut ilmu, karena belajar tidak berhenti meski usia bertambah.
“Ingat, menuntut ilmu adalah kewajiban seumur hidup. Ilmu itu cahaya, dan cahaya itulah yang akan menerangi masa depan mereka,” tegasnya penuh semangat.
Tak hanya ucapan terima kasih dan permintaan maaf, Dr. Kholisol juga menitipkan harapan besar untuk masa depan siswa-siswi kelas 6 yang segera melangkah ke jenjang berikutnya.
“Semoga kalian tumbuh menjadi pribadi saleh dan salehah, berilmu barokah, dan membawa manfaat bagi sesama. Jadilah generasi yang membanggakan dunia dan akhirat,” pesannya.
Dengan mata yang mulai basah, Dr. Kholisol secara simbolis mengembalikan 26 siswa kepada orang tua mereka, sebagai tanda telah selesainya pendidikan dasar di sekolah tersebut.
“Hari ini, dengan penuh rasa syukur dan bangga, kami kembalikan anak-anak kepada Bapak/Ibu. Semoga mereka terus tumbuh dengan ilmu dan akhlak yang telah ditanamkan,” ujarnya.
Usai sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan kenang-kenangan dari siswa untuk guru, sesi foto bersama, dan pemotongan tumpeng sebagai simbol kebersamaan yang abadi.
Puncak haru terjadi saat para siswa menyanyikan lagu perpisahan sambil memeluk guru-guru mereka. Tangis haru dan senyuman menyatu dalam momen yang tak akan terlupa.
Perpisahan ini bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru dalam perjalanan para siswa. Dengan bekal ilmu dan akhlak, mereka siap melangkah ke jenjang pendidikan selanjutnya.
“Jadilah cahaya bagi sekelilingmu, dan teruslah belajar hingga akhir hayat,” menjadi pesan penutup dari para guru yang akan selalu membekas di hati siswa dan orang tua.
















