Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Pawai Budaya LPI ABFA Pamekasan Tampilkan Musik Daul dan Tradisi Lokal

×

Pawai Budaya LPI ABFA Pamekasan Tampilkan Musik Daul dan Tradisi Lokal

Sebarkan artikel ini
Peserta LPI ABFA mengikuti pawai budaya di Pamekasan dengan menampilkan ragam kesenian tradisional.
Peserta pawai budaya LPI ABFA Pamekasan menampilkan kesenian tradisional dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.

PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID — Lembaga Pendidikan Islam Abdurrahman Bil Faqih menggelar pawai budaya bertema Menyongsong Indonesia Emas, Minggu pagi.

Agenda pada 1 November 2026 ini mengangkat peran tradisi dalam mengenalkan keragaman budaya sekaligus menumbuhkan kebangsaan generasi muda.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Pawai dimulai pukul 06.30 WIB dari Monumen Arek Lancor dan bergerak menuju titik akhir di SMAN 2 Pamekasan.

Sepanjang perjalanan, peserta menyuguhkan atraksi kesenian yang menghadirkan suasana meriah bagi warga yang menyaksikan di sekitar rute.

Musik daul menjadi salah satu penampilan utama, dengan sepuluh kelompok lokal ikut mengisi rangkaian pawai budaya tersebut.

Baca Juga :  Bupati dan Wabup Bangkalan Turun Langsung, Gerakkan Pemuda Lewat Aksi Sosial: Bangkalan Berbagi

Di antara kelompok yang tampil terdapat Semut Ireng, Laskar Subur Makmur 99, Jokomaro, Sekar Kedaton, dan Gong Mania.

Peserta lainnya berasal dari Putra Keraton, Laskar Nada, Mahaputra, Dhoe Angien, serta Mahardika, memperluas ragam musik daul.

Pawai budaya Pamekasan ini juga menampilkan kuda jaran kencak, kereta kencana, dan becak berhias sebagai daya tarik tersendiri.

Ragam pertunjukan tersebut memadukan kesenian setempat dengan tradisi Nusantara, sekaligus memberi ruang ekspresi bagi peserta didik.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Pamekasan, Akhmad Zaini, hadir mewakili bupati dan menyampaikan sambutan dalam kegiatan itu.

Baca Juga :  Bupati Kholilurrahman Pimpin Upacara Hari Jadi ke-495 Pamekasan, Tegaskan Semangat Bangkit Bersama untuk Pamekasan Maju

Zaini mengapresiasi penyelenggara karena menggunakan pendekatan budaya sebagai bagian dari kegiatan pendidikan bagi anak-anak dan generasi muda.

Ia menilai pengenalan tradisi sejak dini penting agar pelajar memahami warisan budaya dan tetap mengenali identitas kebangsaan.

Pemerintah daerah berharap pawai tersebut tidak berhenti sebagai hiburan, melainkan turut membawa pesan edukatif bagi para peserta.

Zaini juga mengaitkan pendidikan dengan pembentukan karakter, kecintaan terhadap budaya, serta persiapan menyongsong Indonesia Emas 2045.

Pengasuh Yayasan Al-Faqih sekaligus pimpinan LPI ABFA, Habib Muhammad Bil Faqih, menyambut positif pelaksanaan pawai tersebut.

Baca Juga :  HKTI Pamekasan Mantapkan Sinergi dengan Bupati untuk Swasembada dan Ketahanan Pangan

Menurut Habib, pembelajaran peserta didik tidak hanya berlangsung di kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung dalam kegiatan budaya.

Keterlibatan dalam pawai, menurutnya, dapat memperkenalkan keberagaman, kebersamaan, kreativitas, dan pentingnya menjaga peninggalan leluhur bangsa.

Ia berharap kegiatan ini membantu membentuk generasi berpengetahuan, berakhlak, kreatif, serta memiliki kepedulian terhadap budaya bangsa.

Penyelenggara menempatkan pawai budaya sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi masa depan yang berkarakter dan mencintai kebudayaan.

Dengan rangkaian seni dan pesan pendidikan, pawai LPI ABFA mempertemukan pelestarian budaya lokal dengan cita-cita Indonesia Emas 2045.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *