BANGKALAN | JATIMTRENDING.ID — Bupati Bangkalan Lukman Hakim bersama Wakil Bupati Moh. Fauzan Ja’far memulai gerakan sosial dengan turun langsung membersihkan kawasan Stadion Gelora Bangkalan, Rabu (21/5/2025) pagi.
Aksi bersih-bersih ini menjadi penanda dimulainya gerakan “Bangkalan Berbagi”, sebuah inisiatif kepemudaan yang bertujuan meningkatkan partisipasi generasi muda dalam isu-isu sosial dan kemanusiaan.
Dalam sambutannya, Bupati Lukman menegaskan bahwa perubahan sosial harus dimulai dari langkah konkret. Menurutnya, simbolisasi kebersihan lingkungan adalah bentuk komitmen awal dari gerakan tersebut.
“Kami tidak ingin gerakan ini berhenti di acara seremonial. Pembersihan stadion ini menegaskan pentingnya aksi nyata demi perubahan lingkungan,” ujar Lukman dalam keterangannya.
Deklarasi “Bangkalan Berbagi” dihadiri sejumlah organisasi, termasuk GP Ansor Bangkalan, serta tokoh masyarakat yang memberikan dukungan penuh terhadap semangat kolaborasi lintas sektor ini.
Wakil Bupati Moh. Fauzan menilai kehadiran gerakan tersebut dapat menjadi kanal komunikasi baru antara masyarakat dan pemerintah, terutama dalam menjawab persoalan sosial yang berkembang.
“Kami sangat terbuka dengan kemitraan seperti ini. Gerakan kepemudaan bisa menjadi jembatan efektif untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi masyarakat,” ungkap Fauzan.
Organisasi “Bangkalan Berbagi” dirancang membentuk jaringan hingga ke tingkat desa, serta berencana menyediakan call center agar laporan masyarakat dapat diterima dan ditindaklanjuti secara cepat.
Bupati Lukman berharap keberadaan organisasi ini tidak hanya sebagai penyambung suara publik, tetapi juga menjadi penggerak edukasi dan penyadaran masyarakat terhadap isu lingkungan.
Persoalan pengelolaan sampah, menurut Lukman, menjadi salah satu tantangan serius yang membutuhkan sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga di tingkat akar rumput.
“Program pengelolaan sampah sedang kami susun. Kami harapkan Bangkalan Berbagi bisa menjadi mitra strategis dalam pelaksanaannya di lapangan,” jelasnya.
Melalui gerakan ini, pemerintah berharap lahir generasi muda yang peduli, aktif, dan siap berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui semangat gotong royong dan solidaritas sosial.
















