Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Hidup Sebatang Kara dan Stroke, Pria 54 Tahun Dapat Perhatian Langsung Bupati Pamekasan

×

Hidup Sebatang Kara dan Stroke, Pria 54 Tahun Dapat Perhatian Langsung Bupati Pamekasan

Sebarkan artikel ini
Bupati Pamekasan turun langsung berikan bantuan kepada Slamet (54) hidup sebatang kara dan stroke.
Bupati Pamekasan turun langsung berikan bantuan kepada Slamet (54) hidup sebatang kara dan stroke.

PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID — Slamet warga Jalan Masjid Bagandan, Kelurahan Jungcangcang, Kecamatan Pamekasan, Kabupaten Pamekasan, hidup sebatang kara setelah istrinya meninggal dunia.

Pria berumur 54 tahun itu mengalami stroke. Ia hidup di sebuah rumah yang acak-acakan. Tak ada ranjang tidur, tak ada, peralatan rumah tangga. Bahkan sebagian atap rumahnya sudah berserakan.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Sehari-hari, Slamet hidup mengandalkan keprihatinan tetangganya. Mulai dari makan, minum, buang air besar dan aktivitas lainnya.

Baca Juga :  Hadiri Puncak Halalbihalal Bersama Guru, Bupati KH Kholilurrahman Serukan Sinergi Menuju Indonesia Emas 2045

Mendengar hal tersebut, Bupati Pamekasan, KH. Kholilurrahman datang ke rumah Slamet bersama dengan Sekretaris Daerah, Direktur RSUD, Kepala Dinkes Pamekasan, Kepala Dinsos, Camat Pamekasan, dan beberapa pejabat lainnya.

Menurut Kiai Kholil, Slamet akan segera dibawa ke rumah sakit untuk dirawat karena kondisinya stroke. Meskipun tak akan mengembalikan kondisinya yang stroke, setidaknya kondisi kesehatannya diketahui.

Baca Juga :  Alroyen, Pembalap Muda Sampang, Curi Perhatian di Ajang Road Race Bupati Cup Pamekasan

“Untuk kebutuhan lainnya seperti tempat tidur, MCK, makan dan minumnya, akan dibantu Dinsos. Rehab rumahnya, akan kami usahakan melalui program RTLH,” terang Kiai Kholil, Rabu (30/04/2024).

Mantan anggota DPR RI ini menambahkan, program makan dan minum dari Dinsos untuk Slamet masih akan diusahakan. Sebab program yang ada saat ini, berupa makan gratis untuk Lansia.

Baca Juga :  Pameran Museum The Colonial Meriahkan HUT RI ke-80 dan Hari Jadi Pamekasan ke-495

“Kalau program makan untuk Lansia tidak bisa, kami harapkan tetangga yang ada bisa saling membantu,” katanya.

Pengasuh Pondok Pesantren Matsaratul Huda Panempan ini menghimbau, jika ada warga yang memiliki nasib yang sama dengan Slamet, diharapkan bisa menyampaikan kepada pejabat terdekat, seperti Kades dan Camat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *