Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Mengintip Keberhasilan Pemkab Pamekasan Relokasi PKL Arek Lancor ke Food Colony

×

Mengintip Keberhasilan Pemkab Pamekasan Relokasi PKL Arek Lancor ke Food Colony

Sebarkan artikel ini
PJ. Sekda Pamekasan Achmad Faisol meninjau langsung pasca relokasi PKLdari area monumen Arek Lancor ke Food Colony di Jalan Kesehatan Eks RSUD Pamekasan.
PJ. Sekda Pamekasan Achmad Faisol meninjau langsung pasca relokasi PKLdari area monumen Arek Lancor ke Food Colony di Jalan Kesehatan Eks RSUD Pamekasan.

PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur akhirnya berhasil merelokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beroperasi di area monumen Arek Lancar ke Food Colony, Jalan Kesehatan, Senin (20/01/2025).

Relokasi yang dipimpin langsung oleh Penjabat Sekretaris Daerah, Achmad Faisol tersebut berjalan tertib setelah sebelumnya melalui negosiasi. Para PKL yang berjualan di area terlarang itu akhirnya berkenan untuk pindah.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

“Kita bergerak atas regulasi yang ada. Sudah clear ya, kita tidak melarang masyarakat berjualan karena itu masyarakat kita, tapi kita hanya memindahkan tempat ke Food Colony,” kata Pj Sekda Pamekasan, Achmad Faisol.

Baca Juga :  Musnahkan 17 Kg Narkoba di Pamekasan, Kepala BNN RI Tegaskan Perang Terbuka di Madura

Menurutnya, area Food Colony akan ditata menjadi lebih nyaman untuk pedagang dan pengunjung. Tempat parkir, tempat mainan dan para PKL akan ditata dengan baik, sehingga sistem drive thru sebagaimana yang terjadi di Arek Lancor tetap berjalan.

Baca Juga :  LSM GMPM Ajak Bea dan Cukai Dalam Pengawasan Produksi Rokok di Madura

“Kami berpikir, Arek Lancor itu seperti drive thru. Jadi sepeda motor melihat ada makanan berhenti, sehingga terjadi penumpukan kendaraan. Oleh karena itu, konsep di Food Colony itu adalah kami akan membuka akses, masyarakat bisa menggunakan motor dan mobilnya,” ujarnya.

Baca Juga :  Dukung Program Presiden RI, H Her Gandeng Ulama Dalam Menuntaskan RTLH di Desa Konang Secara Pribadi

Lebih lanjut, Faisol menerangkan, apabila PKL telah dikumpulkan dalam satu tempat, masyarakat akan berbondong-bondong belanja di tempat tersebut.

“Kalau muncul lagi PKL di Arek Lancor, kami lakukan persuasif dulu. Kami tidak ingin konflik fisik, kontak fisik dan lain sebagainya,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *