Scroll untuk membaca artikel
Kesehatan

Langkah Kecil Penuh Arti: Puskesmas Bandaran dan Pemdes Larangan Slampar Bantu Remaja Disabilitas

×

Langkah Kecil Penuh Arti: Puskesmas Bandaran dan Pemdes Larangan Slampar Bantu Remaja Disabilitas

Sebarkan artikel ini
Petugas Puskesmas Bandaran bersama perangkat desa menyerahkan tongkat bantu jalan kepada remaja disabilitas di ruang kelas sekolah.
Tim Puskesmas Bandaran dan Pemerintah Desa Larangan Slampar menyerahkan tongkat bantu jalan kepada remaja penyandang disabilitas di MTs Nurul Rahmah, Larangan Slampar, Tlanakan, Pamekasan.

PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID — UPT Puskesmas Bandaran bersama Pemerintah Desa Larangan Slampar menggelar kegiatan bakti sosial pada Rabu, 30 Juli 2025. Kegiatan ini berupa pemberian santunan dan bantuan tongkat kepada seorang penyandang disabilitas berinisial B.

Remaja penerima bantuan tersebut berusia 13 tahun dan mengalami disabilitas sejak lahir, tergolong sebagai cacat bawaan. Penyerahan bantuan berlangsung di lingkungan MTs Nurul Rahmah, Desa Larangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian lintas sektor terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak penyandang disabilitas. Bantuan ini diinisiasi oleh Eddy Djunaidi, perawat senior yang juga tergabung dalam Tim UKS Puskesmas Bandaran.

Eddy Djunaidi dikenal aktif menggalang dukungan untuk anak-anak berkebutuhan khusus di wilayah kerja Puskesmas Bandaran. Inisiatif ini disambut baik pihak sekolah dan masyarakat sekitar sebagai langkah kecil yang berarti besar.

Baca Juga :  Dinilai Mencederai Moral dan Etika, RKH Jamaluddin Syam Desak Bank Jatim Pamekasan Segera Minta Maaf

Selain Eddy, kegiatan ini juga dihadiri oleh Kepala Tata Usaha, Penanggung Jawab PPTK, dan seluruh Tim UKS Puskesmas Bandaran. Mereka bersama-sama hadir memberikan semangat dan dukungan moral secara langsung kepada keluarga penerima.

“Langkah kecil kami, harapan besar bagi mereka,” ujar Dewi Qomariyah, SKM, Kepala Tata Usaha Puskesmas Bandaran, usai menyerahkan bantuan. Ungkapan ini mencerminkan semangat gotong royong dan empati dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Puskesmas Bandaran menegaskan komitmennya untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang berkeadilan dan menyeluruh bagi semua. Mereka mengusung semangat untuk tidak meninggalkan satu pun warga dari hak atas layanan kesehatan.

Pelayanan kesehatan yang berkesinambungan menjadi prioritas dalam upaya menyehatkan masyarakat, termasuk kelompok dengan kebutuhan khusus. Ini mencakup pemeriksaan rutin, edukasi kesehatan, hingga bantuan sosial seperti yang dilakukan kali ini.

Baca Juga :  Bupati Kholilurrahman Pimpin Upacara Hari Jadi ke-495 Pamekasan, Tegaskan Semangat Bangkit Bersama untuk Pamekasan Maju

“Hari ini, kami hadir tak sekadar memeriksa, tapi juga mendengar, memahami, dan mendampingi,” ujar Dewi Qomariyah menegaskan komitmen timnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa layanan kesehatan harus holistik dan menjangkau aspek sosial masyarakat.

Bagi Puskesmas Bandaran, kesehatan adalah hak semua orang tanpa terkecuali, termasuk anak-anak dengan keterbatasan fisik. Oleh karena itu, mereka terus membuka ruang bagi partisipasi masyarakat dalam mendukung penyandang disabilitas.

Kegiatan bakti sosial ini diharapkan dapat menumbuhkan kepedulian sosial dan meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya layanan kesehatan inklusif. Pihak sekolah juga mengapresiasi kegiatan ini dan berharap bisa terus berlanjut.

Dengan sinergi berbagai pihak, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh baik bagi desa-desa lain di Kabupaten Pamekasan. Aksi nyata seperti ini dapat menciptakan lingkungan yang lebih adil, terbuka, dan mendukung seluruh warganya.

Baca Juga :  Misteri dan Keindahan Gua Blaban, Destinasi Baru Eksplorasi Alam di Pamekasan

Puskesmas Bandaran mengajak semua pihak untuk terus terlibat dalam mendorong kesetaraan dan penghormatan terhadap hak-hak disabilitas. “Mari bersama wujudkan lingkungan yang lebih peduli, lebih ramah, dan lebih manusiawi,” lanjut Dewi Qomariyah.

Selain bakti sosial, pihak puskesmas juga menjajaki kemungkinan pendampingan lanjutan bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus di sekolah. Upaya ini akan melibatkan Tim UKS, kader kesehatan desa, dan tenaga medis setempat.

Langkah ini dinilai sejalan dengan visi kesehatan nasional yang mengedepankan pelayanan berbasis kebutuhan masyarakat dan nilai-nilai kemanusiaan. Pendekatan ini akan terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas petugas.

Dengan semangat kolaboratif ini, Puskesmas Bandaran ingin memastikan tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam pelayanan kesehatan. Mereka berharap setiap langkah kecil yang dilakukan hari ini akan berdampak besar di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *