PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan karakter menjadi kunci utama mewujudkan Generasi Emas Indonesia tahun 2045 mendatang.
Penegasan tersebut disampaikan saat puncak Hari Pendidikan Nasional tingkat Provinsi Jawa Timur di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (24/5/2026).
Dalam pidatonya, Abdul Mu’ti menyinggung langsung program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai agenda strategis nasional.
“Asta Cita yang keempat berkaitan langsung dengan bagaimana kita menciptakan generasi unggul melalui pendidikan, kesehatan, dan program teknologi,” katanya.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi kuat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi perubahan zaman global.
Karena itu, pemerintah pusat mulai memperkuat berbagai program pendidikan karakter, kesehatan siswa, hingga peningkatan kualitas pembelajaran nasional.
“Membangun generasi Indonesia yang hebat tentu tidak dapat kita wujudkan dengan mudah. Semuanya harus kita ikhtiarkan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.
Abdul Mu’ti mengatakan pembangunan karakter harus dimulai melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus sejak usia dini.
“Membangun kepribadian tentu kita harus membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik,” tegas Mendikdasmen dihadapan puluhan ribu peserta Hardiknas.
Ia menjelaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini menjalankan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di sekolah-sekolah nasional.
“Tujuh kebiasaan itu adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat,” katanya.
Menurut Abdul Mu’ti, kebiasaan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan pondasi membangun disiplin, akhlak, serta kepedulian sosial generasi muda.
Ia menilai pendidikan nasional tidak boleh hanya mengejar nilai akademik tanpa memperkuat mental dan karakter peserta didik Indonesia.
“Anak-anak Indonesia tidak boleh bermental tempe. Tidak boleh menjadi anak-anak yang memble,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.
Sebaliknya, pelajar Indonesia harus tumbuh menjadi pribadi optimistis, kuat, serta siap bersaing menghadapi tantangan perkembangan dunia modern.
“Tapi harus menjadi anak-anak yang hebat, anak-anak yang kuat. Dan kalian bisa menjadi hebat dan kuat dengan pendidikan,” lanjutnya.
Selain pendidikan karakter, pemerintah pusat juga mendorong revitalisasi dan digitalisasi sekolah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan nasional.
“Pak Presiden mencanangkan prioritas program revitalisasi dan digitalisasi sebagai upaya membangun layanan pendidikan yang berkualitas,” ungkap Abdul Mu’ti.
Ia juga menyinggung konsep deep learning yang saat ini mulai diterapkan dalam sistem pembelajaran nasional berbasis penguatan pemahaman siswa.
Menurutnya, konsep pembelajaran mendalam sebenarnya memiliki keterkaitan kuat dengan tradisi pendidikan pesantren yang berkembang di Indonesia sejak lama.
“Ta’limul Muta’alim mengajarkan bagaimana memuliakan ilmu, memuliakan guru, dan memuliakan murid,” katanya menjelaskan filosofi pendidikan tersebut.
Abdul Mu’ti juga mengapresiasi semangat Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam memperkuat pembangunan pendidikan berbasis karakter dan budaya sehat masyarakat.
Puncak Hardiknas tersebut turut diramaikan pemecahan rekor MURI Senam Anak Indonesia Hebat dengan peserta mencapai 24.114 pelajar lintas jenjang.
















