JAKARTA | JATIMRENDING.ID — Kementerian Haji dan Umrah memberangkatkan lebih dari 200 Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) daerah kerja Makkah, Kamis (23/4/2026).
Keberangkatan tersebut menambah total 1.300 petugas haji Indonesia yang telah dikirim ke Arab Saudi untuk mendukung operasional musim haji 2026.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf mengatakan seluruh petugas untuk daerah kerja Madinah telah diberangkatkan lebih dahulu.
“Alhamdulillah, PPIH untuk daker Madinah sudah berangkat semua. Hari ini kita memberangkatkan daker Makkah,” ujar Irfan Yusuf.
Menurut dia, pemerintah masih menjadwalkan pemberangkatan beberapa rombongan petugas susulan pada 27 April guna melengkapi kebutuhan pelayanan jemaah.
“Masih tersisa beberapa rombongan lagi. Nanti tanggal 27 diberangkatkan,” katanya menegaskan proses persiapan terus berjalan bertahap.
Selain itu, Kementerian Haji dan Umrah juga akan memberangkatkan petugas unsur pimpinan pada 13 Mei 2026 mendatang.
“Tanggal 13 Mei untuk petugas pimpinan, karena pimpinan yang menyiapkan seluruh kebutuhan operasional di sini,” ujarnya.
Irfan Yusuf menekankan seluruh petugas wajib bekerja sesuai standar operasional prosedur serta mengutamakan pelayanan terbaik bagi seluruh jemaah Indonesia.
“Kepentingan jemaah harus didahulukan. Bahkan bila petugas tidak bisa melaksanakan ritual hajinya, pilih kepentingan jemaah,” tegasnya.
Menurutnya, komitmen melayani jemaah menjadi prinsip utama, karena petugas haji bukan hanya menjalankan tugas, tetapi membawa amanah negara.
Ia juga mengingatkan setiap petugas merupakan representasi Indonesia, sehingga sikap profesional dan disiplin harus dijaga selama bertugas di Tanah Suci.
“Positif petugas, positif negara. Jika petugas bersikap negatif, citra Indonesia juga ikut terdampak,” kata Irfan menekankan integritas petugas.
Dengan penguatan personel, pelayanan berbasis SOP, dan kesiapan bertahap, pemerintah optimistis penyelenggaraan haji 2026 berlangsung lancar dan berkualitas.
















