Scroll untuk membaca artikel
Religi

Qurban Sebagai Sarana untuk Menyerahkan Diri

×

Qurban Sebagai Sarana untuk Menyerahkan Diri

Sebarkan artikel ini
Dr. Kholisol Muhlis, S.Ag, M.Pd.I Dosen F-Agama Islam UIM Pamekasan 
Dokumen: JatimTrending.id

Penulis: Dr. Kholisol Muhlis, S.Ag, M.Pd.I
Dosen F-Agama Islam UIM Pamekasan

RELIGI | JATIMTRENDING.ID — Ibadah qurban tidak hanya sekadar menyembelih hewan dan membagikan dagingnya, tetapi juga mengandung makna mendalam tentang penyerahan diri (taslim) sepenuhnya kepada Allah SWT. Sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, qurban mengajarkan nilai kepatuhan, pengorbanan, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Qurban: Bukti Ketaatan Total kepada Allah

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Katakanlah (Muhammad), ‘Sesungguhnya shalatku, ibadah qurbanku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam.’” (QS. Al-An’am: 162)

Baca Juga :  Maulid Nabi Muhammad SAW dan Pengakuan Para Cendekiawan Dunia

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap ibadah, termasuk qurban, harus dilakukan semata-mata karena Allah. Qurban menjadi simbol penghambaan diri yang tulus, di mana seorang muslim rela mengorbankan harta dan keinginan pribadi demi meraih ridha-Nya.

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail: Teladan Penyerahan Diri

Allah menguji Nabi Ibrahim AS dengan perintah menyembelih putra kesayangannya, Ismail AS. Meskipun berat, keduanya berserah diri sepenuhnya kepada ketetapan Allah.

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ

“Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah).” (QS. As-Saffat: 103)

Kisah ini mengajarkan bahwa qurban adalah bentuk kepasrahan total kepada kehendak Allah, sekalipun ujiannya sangat berat.

Baca Juga :  Keutamaan Sholat Dhuha Menurut Al-Qur’an dan Hadits (Disertai Doa dan Waktu Pelaksanaan)

Hikmah Qurban dalam Menyerahkan Diri kepada Allah

1. Mengikis Sifat Egois dan Cinta Dunia

Dengan berqurban, seorang muslim belajar melepaskan keterikatan terhadap harta dan mengutamakan ketaatan kepada Allah.

2. Mendekatkan Diri kepada Allah (Taqarrub)

Qurban berasal dari kata udhiyah yang berarti mendekat. Ibadah ini adalah sarana untuk meningkatkan ketakwaan dan kedekatan dengan Allah.

3. Menguatkan Rasa Syukur

Qurban dilakukan sebagai ungkapan syukur atas nikmat Allah. Sebagaimana firman-Nya:

لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

Baca Juga :  Slimingset Kapsul: Jamu Pelangsing Praktis, Aman BPOM, Solusi Langsing Tanpa Diet Ketat!

“Agar mereka menyaksikan berbagai manfaat untuk mereka dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan atas rezeki yang diberikan kepada mereka berupa hewan ternak.” (QS. Al-Hajj: 28)

4. Meneladani Kesabaran dan Keikhlasan

Seperti Nabi Ibrahim dan Ismail, qurban mengajarkan kesabaran dan keikhlasan dalam menerima ketetapan Allah.

Kesimpulan: Qurban bukan sekadar ritual tahunan, tetapi sarana untuk melatih ketundukan dan penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah SWT. Dengan berqurban, seorang muslim mengikis sifat egois, meningkatkan ketakwaan, dan meneladani kepasrahan Nabi Ibrahim AS.

Semoga ibadah qurban kita diterima oleh Allah dan menjadi bukti ketaatan kita kepada-Nya. Aamiin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *