Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Karakter Jadi Kunci Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 di Hardiknas Pamekasan 2026

×

Abdul Mu’ti Tegaskan Pendidikan Karakter Jadi Kunci Mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045 di Hardiknas Pamekasan 2026

Sebarkan artikel ini
Mendikdasmen Abdul Mu’ti berpidato di panggung Hardiknas 2026 di Pamekasan membahas pendidikan karakter menuju Generasi Emas Indonesia 2045.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti menyampaikan pidato pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 tingkat Provinsi Jawa Timur di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (24/5/2026).

PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menegaskan pendidikan karakter menjadi kunci utama mewujudkan Generasi Emas Indonesia tahun 2045 mendatang.

Penegasan tersebut disampaikan saat puncak Hari Pendidikan Nasional tingkat Provinsi Jawa Timur di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan, Minggu (24/5/2026).

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Dalam pidatonya, Abdul Mu’ti menyinggung langsung program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan pendidikan sebagai agenda strategis nasional.

“Asta Cita yang keempat berkaitan langsung dengan bagaimana kita menciptakan generasi unggul melalui pendidikan, kesehatan, dan program teknologi,” katanya.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan generasi kuat yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tangguh menghadapi perubahan zaman global.

Baca Juga :  Hari Keenam Operasional Haji 2026, Fast Track Permudah Puluhan Ribu Jemaah Berangkat ke Tanah Suci

Karena itu, pemerintah pusat mulai memperkuat berbagai program pendidikan karakter, kesehatan siswa, hingga peningkatan kualitas pembelajaran nasional.

“Membangun generasi Indonesia yang hebat tentu tidak dapat kita wujudkan dengan mudah. Semuanya harus kita ikhtiarkan dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Abdul Mu’ti mengatakan pembangunan karakter harus dimulai melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus sejak usia dini.

“Membangun kepribadian tentu kita harus membangun kebiasaan-kebiasaan yang baik,” tegas Mendikdasmen dihadapan puluhan ribu peserta Hardiknas.

Ia menjelaskan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini menjalankan program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di sekolah-sekolah nasional.

“Tujuh kebiasaan itu adalah bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat,” katanya.

Menurut Abdul Mu’ti, kebiasaan tersebut bukan sekadar rutinitas, melainkan pondasi membangun disiplin, akhlak, serta kepedulian sosial generasi muda.

Baca Juga :  Bupati Pamekasan H. Kholilurrahman Lepas Ach. Farhan sebagai Delegasi Indonesia di Ajang Internasional Al-Qur’an Turkiye 2026

Ia menilai pendidikan nasional tidak boleh hanya mengejar nilai akademik tanpa memperkuat mental dan karakter peserta didik Indonesia.

“Anak-anak Indonesia tidak boleh bermental tempe. Tidak boleh menjadi anak-anak yang memble,” ucapnya disambut tepuk tangan peserta.

Sebaliknya, pelajar Indonesia harus tumbuh menjadi pribadi optimistis, kuat, serta siap bersaing menghadapi tantangan perkembangan dunia modern.

“Tapi harus menjadi anak-anak yang hebat, anak-anak yang kuat. Dan kalian bisa menjadi hebat dan kuat dengan pendidikan,” lanjutnya.

Selain pendidikan karakter, pemerintah pusat juga mendorong revitalisasi dan digitalisasi sekolah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan nasional.

“Pak Presiden mencanangkan prioritas program revitalisasi dan digitalisasi sebagai upaya membangun layanan pendidikan yang berkualitas,” ungkap Abdul Mu’ti.

Baca Juga :  Silaturahmi Tokoh JATMA ASWAJA dan JATMAN Jatim: Perkuat Ukhuwah, Satukan Langkah Thoriqoh di Indonesia

Ia juga menyinggung konsep deep learning yang saat ini mulai diterapkan dalam sistem pembelajaran nasional berbasis penguatan pemahaman siswa.

Menurutnya, konsep pembelajaran mendalam sebenarnya memiliki keterkaitan kuat dengan tradisi pendidikan pesantren yang berkembang di Indonesia sejak lama.

“Ta’limul Muta’alim mengajarkan bagaimana memuliakan ilmu, memuliakan guru, dan memuliakan murid,” katanya menjelaskan filosofi pendidikan tersebut.

Abdul Mu’ti juga mengapresiasi semangat Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam memperkuat pembangunan pendidikan berbasis karakter dan budaya sehat masyarakat.

Puncak Hardiknas tersebut turut diramaikan pemecahan rekor MURI Senam Anak Indonesia Hebat dengan peserta mencapai 24.114 pelajar lintas jenjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *