Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Pemkab Sumenep Gandeng UB Malang, Siapkan ASB-HSPK 2026

×

Pemkab Sumenep Gandeng UB Malang, Siapkan ASB-HSPK 2026

Sebarkan artikel ini
Foto bersama, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Pemkab Sumenep dan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB, akhir April 2025.
Foto bersama, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Pemkab Sumenep dan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB, akhir April 2025.

SUMENEP | JATIMTRENDING.ID — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep menggandeng Universitas Brawijaya (UB) Malang untuk menyusun Analisis Standar Belanja (ASB) dan Harga Satuan Pokok Kegiatan (HSPK) tahun anggaran 2026.

Kerja sama itu dijalin antara Bagian Administrasi Pembangunan Setdakab Sumenep dan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) UB Malang.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Pemkab Sumenep dan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UB, akhir April 2025 lalu.

Baca Juga :  Mengenal Dr. KH. Kholilurrahman, Bupati Pamekasan yang Tetap Aktif Berdakwah dan Mengajar Santri

Kerja sama dilanjutkan dengan kontrak swakelola antara Pemkab dan tim pelaksana dari UB yang fokus menyusun standar harga kegiatan fisik pembangunan.

ASB dan HSPK ini nantinya dijadikan acuan penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) perangkat daerah.

Baca Juga :  HKTI Pamekasan Mantapkan Sinergi dengan Bupati untuk Swasembada dan Ketahanan Pangan

Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Yogo Prakoso, menyebut kerja sama ini penting untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, dan akuntabilitas pengelolaan anggaran daerah.

“Ini bentuk sinergi konkret antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan berkualitas,” kata Yogo, Rabu (14/5/2025).

Baca Juga :  Yayasan Al Faqih Lantik 6 Kepala Sekolah dan Dorong Integritas Guru Lewat Rapat Kerja Tahunan

Menurutnya, keterlibatan UB sebagai institusi akademik akan menghadirkan pendekatan ilmiah yang memperkuat kebijakan pembangunan.

“Diharapkan kerja sama ini jadi momentum membangun Sumenep yang partisipatif, inovatif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *