Scroll untuk membaca artikel
Daerah

Pemprov Jatim Perkuat Strategi Sekat Bakar untuk Tangani Karhutla di Kawasan Pegunungan

×

Pemprov Jatim Perkuat Strategi Sekat Bakar untuk Tangani Karhutla di Kawasan Pegunungan

Sebarkan artikel ini
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak berbicara kepada wartawan terkait penanganan karhutla dan strategi sekat bakar.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyampaikan strategi penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui pembuatan sekat bakar.

SURABAYA | JATIMTRENDING.ID — Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan atau karhutla melalui strategi sekat bakar.

Kebijakan tersebut diterapkan karena sejumlah titik api berada di kawasan pegunungan dengan medan curam dan sulit dijangkau.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan patroli menjadi kunci utama untuk memantau perkembangan kebakaran.

Menurut Emil, petugas membedakan lokasi yang dapat dijangkau langsung dengan wilayah yang membutuhkan langkah pencegahan khusus.

Pada area sulit diakses, sekat bakar dibuat untuk menahan penyebaran api menuju permukiman dan kawasan hutan lainnya.

Baca Juga :  Segera Beroperasi Kembali, Bupati Pamekasan Tinjau Kesiapan Stasiun Eks PJKA untuk PKL

Data pemantauan menunjukkan karhutla melanda sedikitnya lima hingga tujuh kawasan pegunungan serta perbukitan di Jawa Timur.

Wilayah terdampak mencakup Gunung Bromo dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, Gunung Arjuno, dan Gunung Ringgit.

Selain itu, kebakaran terpantau di Gunung Argopuro serta Pusung Lingker, Probolinggo, yang menjadi salah satu titik perhatian.

BMKG Juanda mencatat Probolinggo, Mojokerto, Bondowoso, Jember, dan Pasuruan sebagai wilayah dengan tingkat kewaspadaan tinggi.

Baca Juga :  Bupati Pamekasan Tinjau Rencana Recovery Lapangan Futsal Taman Kota, Dorong Olahraga dan UMKM

Pemetaan sejak Agustus mencatat 79 persen titik api berada di kawasan konservasi yang memiliki perlindungan khusus.

Sebanyak 14 persen titik api lainnya berada di wilayah Perum Perhutani, sedangkan tujuh persen terdapat di Tahura Raden Soerjo.

Pemprov Jawa Timur mengerahkan 53 personel Manggala Agni bersama Polisi Hutan dan relawan terlatih untuk mengendalikan api.

Tim gabungan menjalankan pemadaman sekaligus penyekatan, dengan mempertimbangkan kondisi medan dan keselamatan seluruh petugas lapangan.

Emil menegaskan keselamatan petugas lapangan menjadi prioritas utama, terutama setelah rangkaian kecelakaan dalam penanganan karhutla sebelumnya.

Baca Juga :  Pemkab Probolinggo Tancap Gas Bentuk 330 Koperasi Merah Putih, Target Rampung Sebelum 28 Mei!

Dukungan water bombing belum sepenuhnya tersedia karena armada udara nasional masih dipusatkan untuk menangani kebakaran Kalimantan dan Sumatera.

Meski demikian, Pemprov Jatim terus berkoordinasi dengan BNPB untuk membuka opsi bantuan udara apabila kebakaran memburuk.

Karhutla di kawasan TNBTS dan Probolinggo sebelumnya menyebabkan empat petugas meninggal dunia serta beberapa korban mengalami luka bakar serius.

Dua korban luka bakar kini menjalani perawatan intensif di RSUD Dr Soetomo Surabaya, sementara penanganan terus dipantau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *