Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Bupati Pamekasan Naik Kapal Perang TNI AL, Tinjau Titik Migas Strategis di Laut Madura

×

Bupati Pamekasan Naik Kapal Perang TNI AL, Tinjau Titik Migas Strategis di Laut Madura

Sebarkan artikel ini
Bupati Pamekasan dan personel TNI AL berada di dalam kapal perang saat peninjauan titik potensi migas di perairan Madura.
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman (kiri) bersama prajurit TNI Angkatan Laut saat berada di atas kapal perang TNI AL dalam peninjauan titik potensi migas di perairan Madura, Rabu (21/5/2025). (Foto: Dok. Pemkab Pamekasan).

SURABAYA | JATIMTRENDING.ID – Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman meninjau titik-titik potensi migas di perairan Madura, Rabu (21/5/2025), didampingi jajaran SKK Migas dan TNI Angkatan Laut.

Peninjauan dilakukan menggunakan kapal milik TNI Angkatan Laut, yang membawa rombongan menuju titik-titik laut yang telah ditandai dalam peta potensi sumber migas nasional.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Kegiatan ini belum memasuki tahap pengeboran, melainkan masih berupa observasi awal untuk melihat kondisi lapangan dan kesiapan wilayah sebelum memasuki proses eksplorasi lebih lanjut yang akan datang.

Baca Juga :  Bupati dan Wabup Pamekasan Lepas 3 Kloter Jemaah Haji, Ingatkan Jaga Kesehatan dan Hindari Selfie di Tanah Suci

Bupati menyampaikan apresiasi kepada SKK Migas dan TNI AL yang telah memfasilitasi serta mendukung kegiatan peninjauan ini demi kepentingan pembangunan sektor energi di wilayah Madura.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap tahapan dilakukan sesuai aturan, transparan, dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” ujar KH Kholilurrahman di sela-sela kegiatan peninjauan laut tersebut.

Baca Juga :  Pamekasan Raih Kabupaten Sangat Inovatif di IGA 2025, Bupati Kholilurrahman Beri Apresiasi Tinggi

Ia menegaskan bahwa Pemkab Pamekasan akan mengawal penuh proses pengembangan migas, mulai dari tahap awal hingga eksplorasi, selama tetap memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.

Pengalaman masa lalu di Kecamatan Palengaan menjadi pelajaran penting, ketika uji seismik migas sudah dilakukan dan gagal dilanjutkan karena adanya penolakan masyarakat dan situasi yang kurang kondusif di lapangan.

“Kami tidak ingin hal serupa terulang. Komunikasi dengan warga harus dibangun sejak awal agar proses ini mendapat dukungan luas dari masyarakat sekitar,” lanjut Bupati.

Baca Juga :  Festival Jaran Serek 2025: Kuda, Budaya, dan Ekonomi Sumenep Meledak!

Jika potensi migas ini terbukti dan berhasil dieksplorasi, diharapkan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta mempercepat pembangunan ekonomi Madura, khususnya Kabupaten Pamekasan.

Peninjauan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam upaya optimalisasi sumber daya alam, dengan tetap mengedepankan kehati-hatian, koordinasi antarinstansi, dan pelibatan masyarakat secara aktif.

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *