Scroll untuk membaca artikel
Religi

Keutamaan Sholat Dhuha Menurut Al-Qur’an dan Hadits (Disertai Doa dan Waktu Pelaksanaan)

×

Keutamaan Sholat Dhuha Menurut Al-Qur’an dan Hadits (Disertai Doa dan Waktu Pelaksanaan)

Sebarkan artikel ini
Potret pria memakai sorban putih dan pakaian islami tradisional dengan latar belakang hijau polos.
Dokumen: JatimTrending.id

Penulis: Habib Muhammad Bil Faqih
Pengasuh Ponpes. Darul Qur’an Pamekasan

RELIGI | JATIMTRENDING.ID – Sholat Dhuha adalah salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sholat ini dilakukan pada waktu pagi hari dan mengandung banyak keutamaan, baik dari segi spiritual maupun keberkahan hidup. Artikel ini akan mengulas secara lengkap tentang sholat Dhuha: mulai dari pengertian, waktu pelaksanaan, tata cara, hingga dalil-dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang memperkuat pentingnya amalan ini.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Pengertian Sholat Dhuha:

Sholat Dhuha adalah sholat sunnah muakkadah (sunnah yang sangat dianjurkan) yang dikerjakan pada waktu pagi hari, ketika matahari mulai naik setinggi tombak hingga menjelang waktu dzuhur. Sholat ini menjadi wujud rasa syukur seorang Muslim atas nikmat yang Allah berikan, khususnya nikmat kehidupan dan rezeki.

Waktu Pelaksanaan Sholat Dhuha:

Waktu sholat Dhuha dimulai sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit (syuruq) hingga sekitar 10–15 menit sebelum masuk waktu dzuhur.

Baca Juga :  Memahami Macam-Macam Najis dalam Islam dan Cara Mensucikannya

Di Indonesia, waktu ini biasanya antara pukul 07.00 hingga 11.00 pagi, tergantung waktu terbit matahari setempat.

Waktu paling utama untuk melaksanakan sholat Dhuha adalah saat matahari sudah mulai meninggi dan mulai terasa panas, sekitar pukul 09.00–10.30 pagi.

Tata Cara Sholat Dhuha:

Jumlah Rakaat:

Minimal: 2 rakaat

Umum: 2–8 rakaat (dengan dua rakaat satu salam)

Maksimal (menurut sebagian ulama): 12 rakaat

Niat Sholat Dhuha:

Ushallī sunnatad-dhuḥā rak‘ataini lillāhi ta‘ālā

“Aku niat sholat sunnah Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Bacaan Surat:

Tidak ada surat khusus yang wajib dibaca setelah Al-Fatihah. Namun, disunnahkan membaca:

Rakaat pertama: Surat Asy-Syams (QS. 91)

Rakaat kedua: Surat Adh-Dhuha (QS. 93)

Doa Setelah Sholat Dhuha:

Setelah sholat, disunnahkan membaca doa memohon rezeki dan keberkahan. Salah satu doa yang diajarkan adalah:

“Ya Allah, sesungguhnya waktu Dhuha adalah waktu Dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, dan perlindungan adalah perlindungan-Mu. Ya Allah, jika rezekiku berada di atas langit, turunkanlah. Jika berada di dalam bumi, keluarkanlah. Jika sulit, mudahkanlah. Jika haram, sucikanlah. Jika jauh, dekatkanlah. Berkat waktu Dhuha, keagungan-Mu, keindahan-Mu, kekuatan-Mu, dan perlindungan-Mu. Berikanlah aku apa yang telah Engkau berikan kepada hamba-hamba-Mu yang saleh.”

Baca Juga :  Membersihkan Hati dari Informasi Negatif Melalui Jalan Suluk dan Thoriqoh

Dalil Al-Qur’an dan Hadits tentang Sholat Dhuha:

1. Al-Qur’an: Surat Adh-Dhuha

Allah SWT berfirman:

“Demi waktu Dhuha. Dan demi malam apabila telah sunyi.”

(QS. Adh-Dhuha: 1–2)

Penyebutan waktu Dhuha dalam bentuk sumpah menunjukkan betapa penting dan mulianya waktu tersebut. Para ulama menyimpulkan bahwa ayat ini merupakan isyarat akan keagungan waktu Dhuha dan dorongan untuk memanfaatkannya dengan ibadah.

2. Hadits-hadits Keutamaan Sholat Dhuha

a. Pengganti Sedekah Seluruh Sendi

“Setiap pagi, setiap sendi di antara kalian harus dikeluarkan sedekahnya… dan dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha mencukupi semua itu.”

(HR. Muslim)

b. Rezeki dan Kecukupan dari Allah

“Wahai anak Adam, sholatlah kepada-Ku di awal siang (Dhuha), niscaya Aku akan mencukupkan kebutuhanmu hingga sore.”

Baca Juga :  Sapi Kurban Hampir 1 Ton dari Presiden Prabowo Hadirkan Berkah Spesial di Kota Probolinggo

(HR. Ahmad dan Tirmidzi)

c. Sholat Orang-orang Taat

“Tidak menjaga sholat Dhuha kecuali orang yang kembali kepada Allah (taat).”

(HR. Hakim)

d. Penghapus Dosa

“Barang siapa yang membiasakan sholat Dhuha, maka dosanya akan diampuni walaupun sebanyak buih di lautan.”

(HR. Tirmidzi)

Mengapa Perlu Membiasakan Sholat Dhuha?

Sholat Dhuha bukan hanya ibadah ringan, tapi juga bentuk investasi spiritual dan mental yang membawa ketenangan, kelapangan rezeki, dan kedekatan dengan Allah. Dengan membiasakan diri mengerjakannya, seseorang membentuk karakter syukur, disiplin, dan kecintaan terhadap waktu-waktu yang diberkahi.

Penutup:

Sholat Dhuha adalah satu dari banyak pintu ibadah yang Allah bukakan bagi hamba-Nya di waktu pagi. Didukung oleh dalil dari Al-Qur’an dan hadits yang sahih, sholat ini tidak hanya membawa pahala besar, tapi juga menjadi sebab terbukanya pintu rezeki, pengampunan dosa, dan ketenangan batin.

Mari jadikan sholat Dhuha sebagai rutinitas harian. Awali hari dengan sujud kepada-Nya, niscaya Allah akan memudahkan setiap langkah kita.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *