Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Bahasa Ibu Mendunia: Bupati Kholilurrahman Antar Pamekasan Raih Penghargaan Nasional atas Dedikasi Lestarikan Warisan Leluhur

×

Bahasa Ibu Mendunia: Bupati Kholilurrahman Antar Pamekasan Raih Penghargaan Nasional atas Dedikasi Lestarikan Warisan Leluhur

Sebarkan artikel ini
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman (tengah, kanan) foto bersama setelah menerima penghargaan dari Kementerian Dikdasmen RI di Jakarta
Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman (tengah, kanan) foto bersama setelah menerima penghargaan dari Kementerian Dikdasmen RI di Jakarta

JAKARTA | JATIMTRENDING.ID — Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menerima penghargaan nasional dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti di Jakarta, Senin (26/05/2025).

Penghargaan ini diberikan atas dedikasi tinggi Bupati dalam menyukseskan program revitalisasi bahasa daerah tahun 2024, yang menjadi salah satu prioritas strategis Kemendikdasmen.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Piagam penghargaan diserahkan pada puncak acara Festival Tunas Bahasa Ibu Nasional (FTBIN), yang menjadi bagian dari peringatan Hari Pendidikan Nasional 2024.

FTBIN merupakan agenda nasional yang bertujuan menghidupkan kembali bahasa ibu di tengah masyarakat, khususnya kalangan pelajar tingkat dasar dan menengah pertama.

Baca Juga :  Pria Asal Dusun Malangan Diamankan Polsek Pademawu Lantaran Mencuri Seekor Kambing

Pendamping kegiatan FTBIN dari Kemendikdasmen, Aisyah Minarni Mukti, menjelaskan bahwa festival ini berlangsung sejak Jumat (23/5) hingga Minggu (25/5) di Jakarta.

Dalam festival tersebut, enam siswa asal Kabupaten Pamekasan tampil di panggung nasional, menunjukkan kemampuannya dalam bidang sastra dan bahasa daerah.

Pamekasan bahkan berhasil menyabet predikat juara umum Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Provinsi, dengan jumlah kemenangan terbanyak dibanding kabupaten lainnya.

Untuk jenjang sekolah dasar, Silviana Ramadhani meraih juara satu lomba carakan, sementara Hafiza Khaira Lubna menyabet juara pertama dalam lomba pidato berbahasa daerah.

Baca Juga :  Pemeriksaan Kesehatan Gratis Dimulai, Puskesmas Larangan Badung Ajak Warga dan Sekolah Ikut Aktif

Di tingkat SMP, prestasi diraih Raissa Faradita (lomba carakan), Maulidia Wulandari (menembang), Rafi Agung Pramana (pidato), dan Diva Mardatila (menulis cerpen).

“Seluruh siswa yang meraih juara satu otomatis menerima sertifikat talenta nasional dari Kemendikdasmen,” ujar Aisyah saat memberi keterangan kepada media.

Kesuksesan Pamekasan juga ditopang oleh kontribusi para guru master yang aktif melakukan pengimbasan ke sekolah-sekolah lain, menurut penilaian Balai Bahasa Jawa Timur.

Guru-guru ini tidak hanya aktif dalam pelatihan tatap muka, tapi juga menggelar webinar melalui Komunitas Gubuk Merdeka Belajar, yang diikuti 1.128 peserta.

Baca Juga :  Festival Jaran Serek 2025: Kuda, Budaya, dan Ekonomi Sumenep Meledak!

Lebih dari itu, sejumlah guru master di Pamekasan berhasil menerbitkan karya tulis berbahasa daerah dengan standar International Standard Book Number (ISBN).

“Saya mengimbaskan melalui webinar dan bersama guru-guru SD, kami juga menulis buku revitalisasi bahasa daerah,” tambah Aisyah.

Menurutnya, penghargaan ini adalah langkah nyata dalam melestarikan bahasa ibu agar tetap hidup dan dicintai generasi muda sebagai bagian dari jati diri bangsa.

Bupati Kholilurrahman menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diraih, dan berharap semangat kebhinekaan semakin kuat tanpa menghilangkan kekayaan budaya lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *