Scroll untuk membaca artikel
Nasional

Dua Bocah di Pamekasan Terseret Arus Sungai, Satu Masih Hilang

×

Dua Bocah di Pamekasan Terseret Arus Sungai, Satu Masih Hilang

Sebarkan artikel ini
Tim SAR mengenakan pelampung oranye dan helm saat bersiap melakukan pencarian korban hanyut di tengah hujan.
Tim SAR gabungan BPBD dan relawan FRPB Pamekasan bersiap melanjutkan pencarian anak yang hilang terseret arus sungai di Dusun Pao, Pamekasan.

PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID — Musibah memilukan menimpa dua bocah bersaudara di Dusun Pao, Desa Palesanggar, Kecamatan Pegantenan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Senin (13/5) siang. Keduanya terseret arus sungai saat bermain di saluran irigasi sekitar pukul 11.50 WIB.

Dua korban diketahui bernama Mohammad Hosairi (11) dan adiknya Mohammad Abdullah (8). Keduanya sedang bermain air di sekitar saluran irigasi tak jauh dari permukiman warga, ketika tiba-tiba arus deras datang dan menyeret mereka ke sungai yang lebih besar.

Scroll Untuk Membaca Artikel
Scroll Untuk Membaca Artikel

Menurut keterangan salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya, awalnya tidak ada yang menyangka permainan itu akan berujung petaka. “Mereka main seperti biasa, tapi tiba-tiba air datang deras dan menyeret keduanya,” ujarnya.

Baca Juga :  Hujan Kembali Guyur Pamekasan, Warga Diimbau Tetap Siaga Namun Tak Perlu Panik

Warga yang melihat kejadian tersebut langsung bergegas memberikan pertolongan. Berkat respons cepat masyarakat, Mohammad Abdullah berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat, meski mengalami syok. Sementara sang kakak, Mohammad Hosairi, hingga kini masih dalam pencarian.

Laporan warga langsung diteruskan kepada pihak berwenang. Sekitar pukul 12.05 WIB, dua tim SAR dari BPBD Pamekasan dan Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) diterjunkan ke lokasi. Mereka dibantu oleh personel TNI, Polri, serta masyarakat sekitar.

Baca Juga :  Bupati Pamekasan Terpilih KH. Kholilurrahman Hadiri Wisuda IAI Al Khairat Ke 27

Ketua Koordinator FRPB Pamekasan, Budi Cahyono, mengungkapkan bahwa proses pencarian berlangsung cukup menantang. “Kami menyisir sepanjang aliran sungai dengan penuh kehati-hatian karena medan yang sulit dan banyaknya bebatuan,” katanya saat diwawancarai di lokasi kejadian.

Pencarian sempat dilakukan hingga pukul 17.00 WIB, namun belum membuahkan hasil. Mengingat kondisi medan dan waktu yang sudah sore, pencarian dihentikan sementara dan akan dilanjutkan keesokan harinya dengan peralatan yang lebih lengkap.

Baca Juga :  Bawang Mas Group Mulai Beli Tembakau di Pamekasan, Petani Optimis Harga Tinggi

Budi juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Pamekasan agar lebih waspada, terutama saat musim hujan. Ia menegaskan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak yang bermain di sekitar sungai dan saluran irigasi yang berpotensi membahayakan.

“Kami memohon doa dari semua pihak agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat. Semoga kejadian ini menjadi peringatan agar kita semua lebih berhati-hati,” tuturnya.

Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih bersiaga dan menyusun strategi lanjutan untuk melanjutkan operasi pencarian pada besok pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *