PAMEKASAN | JATIMTRENDING.ID — Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman bersama Ketua IMI Jawa Timur Bambang Haribowo serta Habib Abdur Razak mengadakan pertemuan penting di Surabaya, Rabu (25/9/2025).
Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari agenda survei lapangan oleh Ketua IMI Jawa Timur dan tim mengenai rencana pelaksanaan Kejurprov Road Race 2025.
Dalam hasil peninjauan lapangan, Ketua IMI Jatim menegaskan sirkuit depan Stadion Gelora Ratu Pamelingan Pamekasan dinilai memenuhi standar penyelenggaraan event balap resmi.
Awalnya kejuaraan direncanakan digelar Minggu, 10 Oktober 2025, namun kemudian resmi dijadwalkan ulang pada Sabtu-Minggu, 22-23 November 2025.
Perubahan jadwal disesuaikan dengan arahan IMI Jawa Timur, mengingat pada Oktober hingga awal November terdapat padatnya agenda Kejurnas.
Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman menyambut baik rekomendasi IMI Jawa Timur dan menyatakan kesiapannya mendukung penuh penyelenggaraan event tersebut.
Menurutnya, kejuaraan ini menjadi momen penting setelah tiga tahun rencana penyelenggaraan road race selalu tertunda karena berbagai kendala.
Ia menekankan bahwa ajang balap resmi dapat menjadi wadah menyalurkan bakat generasi muda, sekaligus mengurangi praktik balap liar di jalanan.
Kholilurrahman juga menambahkan, pemerintah daerah berkomitmen membangun arena road race permanen demi mendukung kegiatan olahraga otomotif di Pamekasan.
“Saya bersama Wakil Bupati akan berusaha semaksimal mungkin agar rencana pembangunan sirkuit balap bisa segera terwujud,” katanya.
Sementara itu, Habib Abdur Razak selaku Ketua Panitia menilai event road race dapat menekan angka kenakalan remaja khususnya balapan liar.
Menurutnya, balap liar kerap menimbulkan kerugian besar, mulai dari mengganggu ketertiban lalu lintas hingga mengancam keselamatan pengendara lain.
Dengan adanya kejuaraan resmi, para pecinta otomotif memiliki sarana lebih profesional untuk mengasah kemampuan serta menorehkan prestasi membanggakan.
“Ajang ini bisa melahirkan pembalap berpotensi, baik tingkat nasional maupun internasional,” ujar Habib Abdur Razak dalam keterangannya.
Selain aspek olahraga, penyelenggaraan kejuaraan juga diyakini mampu memberikan dampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar.
UMKM lokal disebut akan mendapatkan keuntungan karena aktivitas ekonomi selama kejuaraan diperkirakan tumbuh signifikan dengan kehadiran ribuan penonton.
















