TEGAL | JATIMTRENDING.ID — Panen Raya Padi yang digelar Pengurus Besar JATMA ASWAJA di Kabupaten Tegal menjadi momentum strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis pemberdayaan masyarakat desa.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, 9 Desember 2025, dan dipusatkan di Desa Kedung Jati RT 01/04, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal.
Panen raya dimulai sejak pukul 08.00 WIB dengan melibatkan ratusan petani binaan yang tergabung dalam program pemberdayaan pertanian JATMA ASWAJA.
Rais ‘Am JATMA ASWAJA Habib Luthfi bin Ali bin Yahya tidak dapat hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut karena alasan tertentu.
Meski tidak hadir, komitmen Habib Luthfi terhadap penguatan kemandirian pangan terus menjadi spirit utama gerakan ekonomi kerakyatan JATMA ASWAJA.
Panen raya ini dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Dr. Zulkifli Hasan yang memberikan dukungan langsung terhadap program pendampingan petani.
Turut hadir Sekretaris Jenderal JATMA ASWAJA Dr. Helmy Faishal Zaini yang menegaskan pentingnya keberlanjutan sektor pertanian di tengah dinamika ekonomi global.
Hadir pula Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Achiruddin, S.E., M.Han., sebagai bentuk dukungan TNI terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.
Selain itu, tampak Ketua PB JATMA ASWAJA IV Letnan Jenderal TNI (Mar) Purn. Suhartono, M.Tr (Han) mengikuti seluruh rangkaian kegiatan panen raya.
Wakil Kepala Polda Jawa Tengah Brigadir Jenderal Polisi Dr. Latif Usman, S.I.K., M.Hum turut hadir mendampingi jajaran Forkopimda wilayah setempat.
Danrem 071/Wijayakusuma Kolonel Inf Lukman Hakim, M.Han hadir bersama jajaran TNI sebagai wujud sinergi lintas sektor dalam ketahanan pangan.
Bupati Tegal H. Ischak Maulana Rohman, S.H juga hadir memberikan apresiasi atas kontribusi JATMA ASWAJA dalam meningkatkan kesejahteraan petani daerah.
Kegiatan ini turut dihadiri Dandim 0712/Tegal Letkol Inf Rachmat Ferdiantono, S.H., M.Han, bersama pejabat TNI, Polri, dan Pemerintah Kabupaten Tegal.
Para petani peserta panen raya merupakan binaan JATMA ASWAJA yang mendapat pendampingan peningkatan keterampilan, produktivitas, dan kualitas hasil pertanian.
Menko Pangan Zulkifli Hasan menilai program pendampingan tersebut sangat efektif dan berpotensi menjadi model nasional berbasis komunitas desa.
Ia menegaskan pemerintah berkomitmen menjaga keberpihakan kepada petani sebagai garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Rangkaian kegiatan juga diisi dialog interaktif membahas strategi peningkatan produktivitas, inovasi pertanian, serta pengembangan pola tanam adaptif.
Selain itu, dilakukan pengecekan kualitas gabah hasil panen yang menunjukkan peningkatan signifikan setelah penerapan metode pendampingan intensif.
Melalui panen raya ini, JATMA ASWAJA berharap tumbuh kesadaran kolektif memperkuat ketahanan pangan dari desa demi kemandirian bangsa dan negara.
















